07/05/12

Penyebab impotensi / Lemah Syahwat

 Penyebab impotensi / Lemah Syahwat
1. Fisik :
> Diabetes Melitus / Kencing Manis
> Penyempitan pembuluh darah / aliran darah kurang lancar
> Kerusakan di area pelvic karena trauma ataupun operasi
> Kerusakan, gangguan syaraf
> Efek samping dari pengobatan, seperti depresi, tekanan darah tinggi
> Alkoholik
> Merokok
> Pengguna narkoba, misalnya ganja, opium, dll.
2. Psikologi :
> Perasaan bersalah
> Kecemasan akan sesuatu, ketakutan, dll
> Stress
> Depresi
3. Keterangan / Sebab :
Impoten ( Lemah Syahwat ) juga disebut 'erectile dysfunction' ( disfungsi ereksi ), yaitu ketidak mampuan untuk meraih ataupun mempertahankan ereksi dalam waktu relatif lama untuk mendapat kenikmatan saat berhubungan seks. Hampir sebagian besar kaum pria pernah gagal mengalami ereksi dalam hidup mereka walaupun untuk sesaat, biasanya hal ini mereka alami karena kelelahan, stress, konsumsi alkohol, yang lebih dikenal dengan istilah "brewer's droop." Dan hanya satu dari sepuluh pria yang mengalami impotensi permanen.
Pada kasus umum (sekitar 70%) impotensi yang dipicu masalah fisik sering mengakibatkan terganggunya ataupun bahkan merusak aliran darah. Namun jika seorang pria masih bisa ereksi setiap paginya dan melakukan masturbasi sampai klimaks, berarti impoten yang mereka alami lebih disebabkan masalah psikologis.
Namun banyak pria yang menderita impoten dari gabungan antara masalah fisik dan psikologis. Sangat mudah sekali bagi kaum pria untuk mengalami stress dan rasa tertekan dan membuatnya menjadi semakin bertambah buruk.
Parahnya kaum pria terkadang menyimpan masalah ini dan merasa malu untuk menceritakan masalah mereka dengan orang lain, sehingga masalah fisik kerap dibarengi dengan masalah psikologis.
Impoten juga memicu masalah dengan pasangan Anda, bukan hanya hilangnya kenikmatan saat berhubungan seks namun juga timbulnya sebuah perasaan bahwa mereka telah melakukan sesuatu yang salah, dan itu adalah kesalahan mereka. bahkan mereka sering mendengar jika mereka sudah tak tampak menarik lagi di mata pasangan mereka. Hal ini yang terkadang membuat mereka merasa sedih, frustasi, cemas dan tertekan.
Bagaimana cara mengatasinya?
4. Pengobatan pada Impotensi / Lemah Syahwat :
- Perubahan gaya hidup
- Berkomunikasi dengan pasangan
- Perubahan pengobatan

Impotensi


DEFINISI
Impotensi (Disfungsi Ereksi) adalah ketidakmampuan untuk memulai dan mempertahankan ereksi.
PENYEBAB
Impotensi biasanya merupakan akibat dari:
  • Kelainan pembuluh darah
  • Kelainan persarafan
  • Obat-obatan
  • Kelainan pada penis
  • Masalah psikis yang mempengaruhi gairah seksual.

    Penyebab yang bersifat fisik lebih banyak ditemukan pada pria lanjut usia; sedangkan masalah psikis lebih sering terjadi pada pria yang lebih muda.
    Semakin bertambah umur seorang pria, maka impotensi semakin sering terjadi, meskipun impotensi bukan merupakan bagian dari proses penuaan tetapi merupakan akibat dari penyakit yang sering ditemukan pada usia lanjut.
    Sekitar 50% pria berusia 65 tahun dan 75% pria berusia 80 tahun mengalami impotensi.

    Agar bisa tegak, penis memerlukan aliran darah yang cukup. Karena itu penyakit pembuluh darah (misalnya aterosklerosis) bisa menyebabkan impotensi.
    Impotensi juga bisa terjadi akibat adanya bekuan darah atau akibat pembedahan pembuluh darah yang menyebabkan terganggunya aliran darah arteri ke penis.

    Kerusakan saraf yang menuju dan meninggalkan penis juga bisa menyebabkan impotensi.
    Kerusakan saraf ini bisa terjadi akibat:
  • Cedera
  • Diabetes melitus
  • Sklerosis multipel
  • Stroke
  • Obat-obatan
  • Alkohol
  • Penyakit tulang belakang bagian bawah
  • Pembedahan rektum atau prostat.

    Sekitar 25% kasus impotensi disebabkan oleh obat-obatan (terutama pada pria usia lanjut yang banyak mengkonsumsi obat-obatan).
    Obat-obat yang bisa menyebabkan impotensi adalah:
    - Anti-hipertensi
    - Anti-psikosa
    - Anti-depresi
    - Obat penenang
    - Simetidin
    - Litium.

    Kadang impotensi terjadi akibat rendahnya kadar hormon testosteron.
    Tetapi penurunan kadar hormon pria (yang cenderung terjadi akibat proses penuaan), biasanya lebih sering menyebabkan penurunan gairah seksual (libido).

    Beberapa faktor psikis yang bisa menyebabkan impotensi:
  • Depresi
  • Kecemasan
  • Perasaan bersalah
  • Perasaan takut akan keintiman
  • Kebimbangan tentang jenis kelamin.
  • GEJALA
    Penderita tidak mampu memulai dan mempertahankan ereksi.
    DIAGNOSA
    Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejalanya.
    Pemeriksaan fisik dilakukan untuk mencari adanya perubahan ciri seksual pria, misalnya payudara, testis dan ukuran penis, serta perubahan pada rambut, suara maupun kulit.

    Untuk mengetahui adanya kelainan pada arteri di panggul dan selangkangan (yang memasok darah ke penis), dilakukan pengukuran tekanan darah di tungkai.

    Pemeriksaan lainnya yang mungkin perlu dilakukan:
  • Pemeriksaan darah lengkap
  • Pemeriksaan gula darah untuk diabetes
  • Pemeriksaan kadar TSH
  • USG penis.
  • PENGOBATAN
    Impotensi biasanya bisa diobati tanpa pembedahan.
    Jenis pengobatan tergantung kepada penyebabnya.

    Latihan khusus dilakukan oleh penderita impotensi akibat masalah psikis, yaitu yang disebut Teknik pemusatan sensasi 3 tahap.
    Teknik ini mendorong hubungan intim dan kehangatan emosional, yang lebih menitikberatkan kepada membangun sebuah hubungan:
    1. Tahap I : bercumbu, pasangan berkonsentrasi untuk menyenangkan satu sama lain tanpa menyentuh daerah kemaluan.
    2. Tahap II : pasangan mulai menyentuh daerah kemaluan atau daerah erotis lainnya, tetapi belum melakukan hubungan badan.
    3. Tahap III : melakukan hubungan badan.
    Masing-masing mencapai kenyamanan pada setiap tahap keintiman sebelum berlanjut ke tahap selanjutnya.
    Jika teknik tersebut tidak berhasil, mungkin penderita perlu menjalani psikoterapi atau terapi perilaku seksual.
    Jika penderita mengalami depresi, bisa diberikan obat anti depresi.

    Sildenafil adalah obat yang bisa meningkatkanaliran darah ke penis.
    Obat ini diminum 30-60 menit sebelum melakukan hubungan seksual, hanya efektif jika disertai dengan gairah seksual.
    Tidak boleh diminum bersamaan dengan nitrat karena bisa menimbulkan efek samping yang serius.

    Jika impotensi atau hilangnya gairah seksual terjadi akibat kadar testosteron yang rendah, penderita sebaiknya menjalani terapi sulih hormon.
    Testosteron disuntikkan setiap minggu atau diberikan dalam bentuk plester.
    Efek sampingnya adalah pembesaran prostat dan kelebihan sel darah merah yang bisa menyebabkan stroke.

    Alat pengikat atau penghisap seringkali digunakan untuk mencapai dan mempertahankan ereksi, tetapi alat ini tidak boleh digunakan oleh penderita gangguan perdarahan atau penderita yang mengkonsumsi obat antikoagulan.
    Alat pengikat (berupa tali atau cincin yang terbuat dari logam, karet atau kulit) dipasang di dasar penis untuk memperlambat aliran darah dari penis.
    Alat penghisap (berupa kotak berongga dan pompa) dipasang pada penis. Tekanan hampa udara membantu pengaliran darah ke dalam arteri penis. Ketika penis ereksi, sebuah alat pengikat dipasang untuk mencegah pengaliran darah dari vena. Kombinasi kedua alat tersebut bisa mempertahankan ereksi selama 30 menit.
    Kadang alat pengikat menyebabkan masalah ketika ejakulasi, terutama jika diikat terlalu ketat. Demi kemanan, sebaiknya setelah 30 menit alat tersebut dilepaskan.
    Jika terlalu sering digunakan, alat penghisap bisa menimbulkan memar.

    Impotensi juga bisa diobati dengan suntikan obat khusus yang dilakukan sendiri oleh penderita.
    Obat ini disuntikkan langsung ke dalam jaringan erektil pada penis (korpus kavernosa. Ereksi terjadi dalam waktu 5-10 menit setelah obat disuntikkan dan bisa bertahan selama 60 menit.
    Efek sampingnya adalah memar dan sakit. Selain itu, penyuntikkan juga bisa menyebabkan priapisme (ereksi yang menetap dan nyeri).

    Jika impotensi tidak memberikan respon terhadap berbagai pengobatan di atas, bisa dilakukan pencangkokan penis atau digunakan prostese (penis buatan).
    Salah satu alat yang dicangkokkan berupa batang kekar yang dimasukkan ke dalam penis untuk menimbulkan ereksi yang menetap. Alat lainnya berupa balon yang dimasukkan ke dalam penis dan ditiup sebelum penderita melakukan hubungan seksual.

    Obat:
     CIALIS TABLET 10 MG
    LEVITRA TABLET 5 MG
    VIMAX TABLET 50 MG

    sumber: http://medicastore.com/penyakit/30/Impotensi.html 

    DISFUNGSI EREKSI (Erectile Dysfunction )

    Disfungsi Ereksi (DE, "impotensi laki-laki") adalah disfungsi seksual yang ditandai dengan ketidakmampuan untuk mengembangkan atau mempertahankan ereksi pada penis selama kinerja seksual.

    Sebuah ereksi penis adalah efek hidrolik darah masuk dan dipertahankan dalam tubuh spons-seperti di dalam penis. Proses ini sering dimulai sebagai akibat dari gairah seksual, ketika sinyal tersebut dikirimkan dari otak ke saraf di penis. Disfungsi ereksi ditunjukkan ketika ereksi sulit untuk menghasilkan. Ada berbagai penyebab peredaran darah, termasuk perubahan saluran kalium tegangan-gated, seperti dalam keracunan arsenik dari air minum. Penyebab organik yang paling penting adalah penyakit jantung dan diabetes, masalah neurologis (misalnya, trauma dari operasi prostatectomy), insufficiencies hormonal (hipogonadisme) dan efek samping obat.

    impotensi psikologis adalah di mana ereksi atau penetrasi gagal karena pikiran atau perasaan (alasan psikologis) daripada kemustahilan fisik; ini agak kurang sering tetapi seringkali dapat membantu. Terutama di impotensi psikologis, ada respon yang kuat untuk pengobatan plasebo. Disfungsi ereksi, terikat erat karena tentang adanya ide konsekuensi kesejahteraan fisik, dapat memiliki psikologis yang parah.

    Selain merawat penyebab seperti kekurangan kalium atau kontaminasi arsenik air minum, perawatan baris pertama dari disfungsi ereksi terdiri dari uji coba obat inhibitor PDE5 (yang pertama adalah sildenafil atau Viagra). Dalam beberapa kasus, pengobatan dapat melibatkan tablet prostaglandin pada urethra, suntikan ke dalam penis, prostesis penis, pompa penis (vacum penis) atau bedah rekonstruksi vaskular.

    The coeundi impotentia istilah Latin menggambarkan ketidakmampuan sederhana untuk "memasukkan penis ke dalam vagina". Saat ini sebagian besar diganti dengan istilah lebih tepat. [Jelas] Studi tentang disfungsi ereksi dalam pengobatan ditutupi oleh andrologi, sub-bidang dalam urologi.

    sumber: http://www.impotensi.org/