- Nggak jelas mana jagoan dan mana penjahatnya!
- Terlalu berbahaya: Semuanya ADEGAN dilakukan tanpa pemeran pengganti !!! =D
- Tidak masuk Akal !!! Yang cewek sakti banget, sudah dikeroyok, ditusuk puluhan kali, dari depan & belakang, atas & bawah tapi ngak mati mati !!! yg kalah malah cowoknya, setelah nembak malah lemes nggak bisa bangun lagi !!!
- Dialognya terlalu Religius !!! Ini kan bukan filem ROHANI!!! Si Cewek selalu saja teriak teriak Oh My God.... Oh My God.....!!!
- Sering pula pemainnya melakukan dialog yg plin plan.. Oh yes.. Oh no.. Oh yes.. Oh noooo.. *yg bener yg mana ?!?*
20/05/11
Alasan beberapa orang tidak terlalu suka dengan film Bokep
Jangan Panik Saat Ketinggalan Kaca Mata
Ini ada tips dari seorang dokter spesialis mata yang tinggal di Kota Bogor. Bernama Dr. Rudy Soedjono Dorestia, SpM., selain berprofesi sebagai dokter, ia juga seorang seniman.

Penglihatan darurat pada saat tidak ada kaca mata, dapat terjadi :
• Pada saat kaca mata mendadak pecah sehingga tidak dapat digunakan
• Pada saat tiba tiba kaca mata hilang
• Atau lupa membawa, terutama orang yang sudah sepuh (Lupawan)
Sedangkan kita perlu sekali untuk melihat. Apakah untuk penglihatan jauh atau penglihatan dekat.
Misalnya saat kita berada disebuah toko ingin melihat harga yang tertera pada barang yang akan kita beli. Yang mana hurufnya kecil, kita tidak membawa kaca mata. Umur sudah lebih dari empat puluh tahun, sedangkan kalau tidak pakai kaca mata baca tidak mampu untuk melihat obyek yang kecil.
Dalam keadaan darurat ini ada satu cara untuk mengatasi , yaitu dengan menggunakan “ efek pin hole “
Prinsip efek pin hole : Pada kelainan refraksi mata ( kalainan penurunan penglihatan mata yang dapat diperbaiki dengan kaca mata), penglihatan akan bertambah baik bila melalui suatu celah- lubang kecil.
Pada saat keadaan darurat, kita dapat membuat alat Bantu terbuat dari sebuah karton kecil, berukuran 3 X 5 cm, kemudian pada karton tipis atau kertas tersebut. Dibuat satu lubang, dengan cara membuat lubang menggunakan ujung ballpoin. Sehingga kita dapat mengintip melalui celah lubang tersebut. Tentunya huruf yang kecil akan tampak.
Namun ada yang lebih praktis, agar kita tidak usah membuat alat Bantu yang harus kita buat dahulu.
Yaitu menggunakan tangan kanan kita. Obyek yang akan kita lihat pegang dengan tangan kiri. Kemudian tangan kanan kita gunakan sebagai pengganti alat bantu yang telah diuraikan di atas.
Dengan jalan membuat celah kecil antara ibu jari dan telunjuk. Dari celah tersebut akan terlihat obyek yang lebih jelas dan dapat terbaca.
Ini berlaku untuk penglihatan jauh atau dekat. Jadi walaupun kita dalam keadaan darurat tidak menggunakan kaca mata masih dapat tertolong dengan cara ini.

Penglihatan darurat pada saat tidak ada kaca mata, dapat terjadi :
• Pada saat kaca mata mendadak pecah sehingga tidak dapat digunakan
• Pada saat tiba tiba kaca mata hilang
• Atau lupa membawa, terutama orang yang sudah sepuh (Lupawan)
Sedangkan kita perlu sekali untuk melihat. Apakah untuk penglihatan jauh atau penglihatan dekat.
Misalnya saat kita berada disebuah toko ingin melihat harga yang tertera pada barang yang akan kita beli. Yang mana hurufnya kecil, kita tidak membawa kaca mata. Umur sudah lebih dari empat puluh tahun, sedangkan kalau tidak pakai kaca mata baca tidak mampu untuk melihat obyek yang kecil.
Dalam keadaan darurat ini ada satu cara untuk mengatasi , yaitu dengan menggunakan “ efek pin hole “
Prinsip efek pin hole : Pada kelainan refraksi mata ( kalainan penurunan penglihatan mata yang dapat diperbaiki dengan kaca mata), penglihatan akan bertambah baik bila melalui suatu celah- lubang kecil.
Pada saat keadaan darurat, kita dapat membuat alat Bantu terbuat dari sebuah karton kecil, berukuran 3 X 5 cm, kemudian pada karton tipis atau kertas tersebut. Dibuat satu lubang, dengan cara membuat lubang menggunakan ujung ballpoin. Sehingga kita dapat mengintip melalui celah lubang tersebut. Tentunya huruf yang kecil akan tampak.
Namun ada yang lebih praktis, agar kita tidak usah membuat alat Bantu yang harus kita buat dahulu.
Yaitu menggunakan tangan kanan kita. Obyek yang akan kita lihat pegang dengan tangan kiri. Kemudian tangan kanan kita gunakan sebagai pengganti alat bantu yang telah diuraikan di atas.
Dengan jalan membuat celah kecil antara ibu jari dan telunjuk. Dari celah tersebut akan terlihat obyek yang lebih jelas dan dapat terbaca.
Ini berlaku untuk penglihatan jauh atau dekat. Jadi walaupun kita dalam keadaan darurat tidak menggunakan kaca mata masih dapat tertolong dengan cara ini.
sumber: kaskus.us
Pangkat Pangkat Polisi
Pembagian Administrasi kewilayahan polisi dari tingkat paling rendah, yaitu:
a. POLSEK: Kepolisian Sektor, membawahkan 1 Kecamatan, dipimpin oleh polisi berpangkat AKP.(Kompol untuk Polda Jaya)
b. POLRES: Kepolisian Resor, membawahkan 1 Kabupaten, dipimpin oleh polisi berpangkat AKBP.(Kombes untuk Polda Jaya)
c. POLWIL: Kepolisian Wilayah, biasanya membawahkan beberapa kabupaten/kota sekaligus, seperti POLWIL SEMARANG. dipimpin oleh polisi berpangkat KOMBES.
d. POLDA: Kepolisian Daerah, membawahkan 1 propinsi, dipimpin oleh polisi berpangkat Brigjen/Irjen (Irjen biasanya untuk daerah stategis)
e. Mabes POLRI: Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia, membawahkan seluruh daerah di Indonesia, dipimpin oleh KAPOLRI.
Pangkat Polisi yang paling rendah sekarang adalah BHAYANGKARA DUA (bharada), tapi itu hanya ada di kesatuan brimob dan mulai ditiadakan karena kurang etis apabila polisi2 yang baru2 keluar dari SEBA (sekolah bintara polisi) langsung maen perintah senior2nya yang pangkatnya bhayangkara.
nah, ini dia:
1. BRIPDA (brigadir polisi dua) lambangnya, setara dengan sersan dua TNI
2. BRIPTU (brigadir polisi satu) lambangnya, setara dengan sersan satu TNI
3. BRIPKA (brigadir polisi kepala) lambangnya, setara dengan sersan kepala TNI
4. BRIGADIR, pangkatnya, setara dengan sersan mayor TNI
sekarang perwira pertamannya:
1. IPDA (inspektur satu polisi) pangkatnya (I) setara sama letnan dua TNI
(baru2 lulusan AKPOL atau Sekolah Calon Perwira)
2. IPTU (inspektur satu polisi) pangkatnya (II) setara sama letnan satu TNI
3. AKP (ajun komisaris polisi) pangkatnya (III) setara dengan kapten TNI
(ini biasanya jadi Kanit di polres2 atau jadi KAPOLSEK)
nah, nyang di atas khan perwira pertama, sekarang perwira menengahnya (biasanya udah ikut SESPIM alias sekolah staf dan pimpinan, kalo di TNI namannya SESKO-sekolah staf dan komando)
1. KOMPOL(komisaris polisi) pangkatnya (*-ini melati, bukan bintang) setara sama MAYOR TNI
2.AKBP (ajun komisaris besar polisi) pangkatnya (**) setara sama Letnan Kolonel TNI.
( biasanya udah jadi kapolres gan)
3. KOMBES( komisaris besar polisi) pangkatnya (***) setara sama KOLONEL TNI,(biasanya jadi kadit-kepala direktorat- di polda2, atau bisa juga jadi Kapoltabes dan Kapolwil)
nah, itu tadi yang pamennya, sekarang perwira tingginya :
1. Brigadir Jenderal (Brigjen), polisi berbintang satu, biasanya jadi Kapolda atau Wakapolda, setara sama Brigjen TNI.
2. Inspektur Jenderal (Irjen), polisi berbintang dua, biasanya jadi KAPOLDA di daerah2 strategis semacam Jakarta Raya. Setara sama Mayor Jenderal TNI.
3. Komisaris Jenderal (Komjen), polisi berbintang tiga, ada sekitar 5 orang, yaitu antara lain yang menjabat sebagai Kepala Bagian Reserse dan Kriminal (KABARESKRIM) dan WAKAPOLRI. ini setara sama Letnan Jenderal TNI.
4. Jenderal, polisi berbintang 4, jelas cuma 1 orang jadi KAPOLRI. setara sama Jenderal TNI
sumber: http://haxims.blogspot.com/2010/01/penjelasan-pangkat-pangkat-polisi.html
Langganan:
Postingan (Atom)
